

Dikutip dari akun TikTok; @semm.11_
KERAJAAN MATARAM ISLAM:
1. Dari Majapahit ke Mataram Islam
Gambar dimulai dari Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit. Salah satu keturunannya, Raden Bondan Kejawan, masuk Islam dan menjadi leluhur tokoh-tokoh besar Islam di Jawa. Garis keturunan ini berlanjut hingga ke Ki Ageng Sela, lalu ke Ki Ageng Pemanahan, seorang tokoh penting yang diberi tanah di Mataram oleh Sultan Hadiwijaya (Pajang). Anak Ki Ageng Pemanahan, yaitu Danang Sutawijaya (Panembahan Senapati), kemudian mendirikan Kerajaan Mataram Islam (sekitar 1586).
DINASTI RAJA-RAJA MATARAM ISLAM
Urutan raja-raja Mataram Islam:
1). Panembahan Senapati
2). Sultan Agung Hanyakrakusuma (masa kejayaan, ekspansi besar hingga ke Batavia)
3). Sunan Amangkurat I
4). Sunan Amangkurat II
5). Sunan Amangkurat III
6). Pakubuwana I dan II
7). Sunan Amangkurat IV
Mataram mulai melemah setelah pemerintahan Sultan Agung. Perpecahan, pemberontakan internal, dan intervensi VOC membuat kerajaan ini goyah.
X PERPECAHAN KERAJAAN MATARAM:
Perjanjian Giyanti (1755) Setelah perang suksesi antara Pakubuwana III dan Pangeran Mangkubumi, VOC memfasilitasi perjanjian yang membagi Mataram menjadi dua:
1).”Kasunanan Surakarta” dipimpin Sunan Pakubuwana III
2).”Kasultanan Yogyakarta” dipimpin Sultan Hamengkubuwana I (Pangeran Mangkubumi) Perjanjian Salatiga (1757) RM Said (Pangeran Sambernyawa), yang awalnya melawan VOC dan Surakarta, akhirnya berdamai. la mendirikan “Kadipaten Mangkunegaran” dengan gelar Mangkunegara I. Perjanjian Inggris (1812) Ketika Inggris menguasai Jawa (masa Gubernur Jenderal Raffles), terjadi krisis di Yogyakarta. Pangeran Notokusumo, adik Sultan Hamengkubuwana II, diangkat menjadi Paku Alam I, Hamengkubuwana II, diangkat menjadi Paku Alam I, mendirikan “Kadipaten Pakualaman” sebagai bagian dari kompromi Inggris.
EMPAT KERAJAAN BESAR HASIL PEMECAHAN MATARAM:
1. Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Ibu kota: Surakarta (solo)
17 Berdiri: 1745 (sebelum Perjanjian Giyanti,
memindahkan pusat dari Kartasura)
Raja: Keturunan Sunan Pakubuwana
2. Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat
Ibu kota: Yogyakarta
17 Berdiri: 1755 (hasil Perjanjian Giyanti)
Raja: Keturunan Sultan Hamengkubuwana
3. Kadipaten Mangkunegaran
Ibu kota: Surakarta
17 Berdiri: 1757 (hasil Perjanjian Salatiga)
Adipati: Keturunan Mangkunegara I (RM Said)
4. Kadipaten Pakualaman
Ibu kota: Yogyakarta
17 Berdiri: 1812 (pembentukan oleh Inggris)
Adipati: Keturunan Paku Alam I
Dari Ki Ageng Pemanahan → Sultan Agung → Sunan Amangkurat → Pecah menjadi 4 dinasti
Kasunanan Surakarta:
1). Pakubuwana III – XIII
2). Sultan Hamengkubuwana I-X Kasultanan Yogyakarta
3). Mangkunegara I-X Kadipaten Mangkunegaran
4). Paku Alam I-X Kadipaten Pakualaman
Menunjukkan bahwa semua kerajaan ini berasal dari satu akar leluhur yang sama: Dinasti Mataram Islam, yang secara historis masih menyambung ke Majapahit.
KESIMPULAN SEJARAH:
Silsilah ini mencerminkan warisan kebudayaan Jawa, sistem kerajaan Islam di Nusantara, dan pengaruh kolonial (VOC, Inggris) dalam perpecahan kekuasaan. Keempat keraton ini masih eksis hingga kini, dan memiliki peran penting dalam budaya, adat, dan sejarah nasional Indonesia.
Kasultanan Yogyakarta bahkan menjadi bagian dari pemerintahan RI dengan status Daerah Istimewa yang diakui secara konstitusional. (Daerah istimewa Surakarta masih dibekukan)
(redaksi.)




