

GUNUNGKIDUL (DIY) | matayogya.com – Meski tidak mendapatkan program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul terus berupaya melaksanakan program skala prioritas untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Baleharjo Agus Sulistyo, Kamis (14/8/2025).
Agus mengatakan, selama kurun waktu empat tahun terakhir belum pernah menerima program BKK untuk menunjang pembangunan infrastruktur. Selama ini, pihaknya mengandalkan anggaran dana desa untuk memenuhi kebutuhan program yang telah tertuang dalam Rencana Kerja Perangkat Kalurahan (RKPKal).
“Kita bangun infrastruktur menggunakan anggaran yang bersumber dari PADes dan Dana Desa dari pemerintah pusat, Alhamdulilah semua bisa tercover pembangunan,” tegas Agus.
Kendati begitu, Agus sempat mengaku bahwa kalurahan yang saat ini ia pimpin pernah mendapat satu kali anggaran BKK pada saat menjelang pemilu tahun 2024. Anggaran tersebut digunakan untuk mengaspal jalan yang desa.
“Hanya satu kali itu thok kami menerima BKK yakni jelang pemilu tahun lalu itupun nilainya hanya cukup untuk mengcover perbaikan jalan,” imbuhnya.
“Tanpa program BKK pembangunan tetap bisa dilakukan melalui berbagai sumber pendanaan dan upaya swadaya masyarakat. Dana desa, anggaran desa, dan swadaya masyarakat adalah alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan,” pungkasnya.
Agus menilai program BKK sangatlah penting bagi desa atau kalurahan. Dengan adanya BKK memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di tingkat desa, dan mendukung pelaksanaan program pembangunan yang berkelanjutan.
(Red/Hermawan)




