

GUNUNGKIDUL (DIY) | matayogya.com – Tradisi budaya Rasulan Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul di tutup dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Katentreman”, Minggu (03/08/2025). Lakon ini sengaja dipilih karena memiliki makna anugrah, membawa ketenangan, serta kedamaian dalam tatanan kehidupan umat manusia.
Lurah Pengkol Agus Sunarjo mengatakan kegiatan Rasulan ini dilaksanakan baru tiga tahun terakhir sejak ia menjabat. Rasulan juga sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong antar warga. lain dari pada itu, Rasulan juga menjadi momen untuk melestarikan budaya dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur.
“Rasulan sering kali ditutup dengan pagelaran wayang kulit karena didalam pertunjukan mengandung nilai-nilai budaya dan moral yang positif, serta berfungsi sebagai sarana introspeksi diri dan pelestarian budaya,” ucap Agus Sunarjo saat ditemui awak media.
Agus menilai, lakon Wahyu Katentreman menggambarkan perjalanan spiritual seorang kesatria atau pemimpin dalam mencari “wahyu” atau anugerah ilahi, yang diyakini dapat membawa ketentraman. Wahyu dalam konteks ini diartikan sebagai petunjuk atau anugerah dari Tuhan yang membawa kedamaian dan ketenangan.
“Petunjuk ini bisa berupa kebijaksanaan, kekuatan spiritual, atau kemampuan untuk menenangkan diri dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Lebih lanjut Agus menerangkan, kegiatan Rasulan tidak hanya sebagai ajang pertunjukan seni budaya saja. Peningkatan aktivitas ekonomi terjadi karena adanya perayaan yang melibatkan banyak orang, sehingga pedagang kecil dan jasa seperti, umkm serta perajin mendapatkan tambahan penghasilan.
“Yang punya produksi olahan seperti kripik singkong, patholo dan kerajinan batik semua dipromosikan melalui event budaya seperti Rasulan ini,” tandasnya.
Agus mengklaim, bahwa kegiatan Rasulan ini membawa dampak positif disektor UMKM khususnya Kalurahan Pengkol. Ia berujar, event budaya Rasulan juga dapat menjadi wadah bagi UMKM untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan mendapatkan umpan balik tentang produk mereka.
(Red/Hermawan)




