Konflik Kerajaan Thailand dan Kerajaan Kamboja di Era Modern

NASIONAL | Matayogya.com – Perang tahun 2025 yang diperebutkan antara Thailand dan Kamboja adalah daerah perbatasan yang ditandai dengan keberadaan sejumlah candi gaya Angkor (leluhur Bangsa Kamboja modern) di sepanjang timur Thailand dan utara Kamboja. (Dikutip dari @gle.ptps)

Sengketa Thailand-Kamboja itu di era modern diawali dari perebutan pengaruh Kerajaan Siam zaman Raja Rama VI (Raja Chulalangkorn) yang berulang kali datang ke Tanah Jawa’ mulai dari Batavia, Priangan, Semarang, Kasultanan Jogjakarta, dan Kasunanan Surakarta.

Raja Rama V ingin mempelajari sistem pemerintahan, administrasi,militer dan budaya modern Eropa yang dianggap maju, termasuk Hindia Belanda (yang menguasai tanah jawa)
dan bagai mana sebuah negara bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menghindari penjajahan.

Baca Juga :  Prof. Dr Sutan Nasomal Minta Presiden RI Perintahkan Menteri Bentuk Tim Sidik Aparat Gila Judol "HP Perangkat Aparat Wajib Di Pantau!!! "

Belajar dari sistem kerajaan Jawa:
Raja Rama V juga belajar dari sistem kerajaan Jawa, terutama dalam hal pemerintahan dan budaya, yang dianggapnya memiliki nilai-nilai yang bisa diterapkan di Siam untuk memodernisasi Kerajaan Siam.

Rama V tiba di Batavia pada tanggal 25 Mei 1896 dengan menggunakan kapal laut Kerajaan Siam, Maha Chakri. Setelah sekitar seminggu berada di Batavia, Rama V melanjutkan perjalanannya ke daerah Priangan dengan menggunakan kereta api. Setelah mengunjungi Bogor selama dua hari, Rama V kemudian singgah di Cianjur dan melanjutkan perjalanannya ke Garut, masih dengan menggunakan kereta api. Selama berada di Bandung, Rama V menginap di Hotel Homann.

Kunjungan Raja Rama V ke Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta ini merupakan bagian dari perjalanan yang lebih panjang ke Pulau Jawa pada tahun 1896 dan 1901.

Baca Juga :  Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Program Kemasyarakatan Desa, Berikut Diketahui Anggaran Dana Desa Kabupaten Gunungkidul Tahun 2025

Di masanya itu saat berkuasa Raja Rama V. berkonflik dgn Kerajaan Kamboja berhadapan dengan Wangsa Norodom yang mendapat perlindungan Perancis (Protektorat) Indo-China Perancis pada 1860-an.

Kini, sengketa penguasaan perbatasan dan candi-candi bersejarah itu kembali terulang. Lebih dari sekadar sengketa teritorial, Situs Preah Vihear telah menjadi simbol kuat bagi identitas nasional kedua Kerajaan Thailand dan Kamboja.

Bagi kedua negara [kerajaan thailand dan kerajaan kamboja). Warisan Leluhur adalah bukti kejayaan Kerajaan Khmer kuno, sebuah warisan yang tak ternilai yang harus dipertahankan mati-matian.

Mampukah ASEAN menjadi jembatan untuk mencapai perdamaian Bangsa bangsa di Asia Tenggara.

(redaksi.)

Related Post "Konflik Kerajaan Thailand dan Kerajaan Kamboja di Era Modern"
MEMASUKI LIBUR NATARU; BEBERAPA BAHAN PANGAN ALAMI KENAIKAN TAJAM, SALAH SATUNYA DAGING AYAM DAN TELUR
Publik Saat Ini; Dilema etika Seputar Fotografi Jalanan dan Tugas Journalis
SALING LEMPAR BOLA PANAS, KASUS PENYELEWENGAN DANA DESA KALURAHAN NGUNUT: DANARTA SEBUT SEMUA PAMONG TERLIBAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!