

SLEMAN (DIY) | matayogya.com — Warga Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta digegerkan oleh penemuan orok bayi di Dam Tempuran pada Rabu (5/11/2025) siang. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi meninggal terapung.
Kapolsek Kalasan, AKP Wartono, S.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Rabu sekitar pukul 14.30 WIB. Warga menemukan sesosok orok bayi laki-laki di Dam Tempuran Senden II, Selomartani, Kalasan.
”Saat ditemukan, posisi bayi dalam keadaan terapung dan sudah tidak bernyawa,” jelas Wartono dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).
Wartono mengungkapkan, enemuan itu pertama kali diketahui oleh Nito Dwi Rivanto (30), warga Donoharjo, Ngaglik, Sleman yang sedang memancing di sekitar lokasi. Pada saat Nito berpindah tempat ke sisi timur dam, Nito mencium bau tidak sedap.
”Ia lalu mencari sumber bau tersebut dan mendapati orok bayi mengapung di air,” ungkapnya.
Selanjutnya saksi memanggil Joko Widodo yang sebagai Dukuh Krebet, untuk memastikan temuan tersebut. Ternyata memang benar bahwa temuan itu adalah orok bayi.
”Mendapati hal tersebut, keduanya lantas melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian,” sambung Wartono.
Setelah mendapati laporan, petugas Polsek Kalasan bersama tim gabungan segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan lebih lanjut.
”Setelah berkoordinasi bersama Tim Inafis Polresta Sleman, selanjutnya orok bayi tersebut dievaluasi dan Jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan Puskesmas Kalasan, diketahui orok bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan panjang tubuh sekitar 49,9 sentimeter, dan berat sekitar 3,3 kilogram.
”Kondisi tubuh menunjukkan bahwa bayi sudah cukup bulan dan telah meninggal lebih dari 24 jam. Bayi ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan tali pusar yang sudah terpotong rapi, serta masih terdapat ari-ari yang menempel,” tandas Wartono.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hingga berita ini dipublikasikan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa orang tua atau pihak yang membuang bayi tersebut.
Polisi telah mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan langkah-langkah lanjutan. Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait agar segera melapor ke Polsek Kalasan.
Penulis: Arf_MY.
Editor: Redaktur.
Ikuti Saluran MY:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7ZDWBHAdNVR2Jkqr14




